Sementara untuk tahap awal, pembiayaan senilai Rp25 miliar pada 2026 didukung oleh PT Wisma Nusantara Internasional.
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama sehingga total kontribusi dari sumber non-APBD dapat mencapai Rp50 miliar. Adapun sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan dipenuhi melalui APBD Tahun Anggaran 2027.
“Proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026. Revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta,” tutup Rano Karno.
(Fahmi Firdaus )