JAKARTA – Ribuan demonstran turun ke jalan di lebih dari 3.000 kota dan desa di seluruh Amerika Serikat (AS) mengecam Presiden Donald Trump dan kebijakannya dalam protes “No Kings” yang digelar akhir pekan lalu. Pihak penyelenggara mengklaim demonstrasi ini sebagai yang terbesar, dengan perkiraan 8 juta orang turun ke jalan di seluruh negeri.
Protes "No Kings" adalah yang terbaru sejak Oktober, dan penyelenggara mengatakan mereka ingin mengirimkan pesan yang membahas apa yang mereka sebut sebagai "kekacauan terus-menerus pemerintahan Trump" sejak demonstrasi saat itu. Demonstrasi ini menandai putaran ketiga gerakan “No Kings” (Tanpa Raja), yang meluncurkan protes nasional pada Juni 2025.
Para penyelenggara, dari berbagai kelompok termasuk ACLU, National Action Network, dan United Federation of Teachers, mengatakan bahwa ada sekitar 3.200 acara yang direncanakan pada Sabtu (28/3/2026).
Pada hari itu, kerumunan berkumpul di kota-kota besar, pinggiran kota, dan komunitas kecil, bernyanyi, meneriakkan slogan, dan memegang plakat. Penyelenggara menyebutkan setidaknya setengah dari aksi unjuk rasa berlangsung di daerah basis Partai Republik.