Selain itu, pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pikiran dan doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan, serta kami mendoakan kesembuhan yang cepat bagi personel yang terluka,” lanjut pernyataan itu.
Kemlu RI memastikan akan berkoordinasi dengan UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah korban, serta menjamin penanganan medis terbaik bagi prajurit yang terluka.
Pemerintah juga menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB harus dihormati setiap saat sesuai hukum internasional.
“Segala bentuk tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.