"Uapnya sudah tinggi, semua orang sudah panik keluar. Percikan apinya itu dari luar, karena ada motor yang melintas kencang. Padahal sudah diperingatkan," tutur Ningsih.
Percikan api tersebut seketika menyulut uap gas dan memicu ledakan pertama yang langsung disusul api besar. Menurut Ningsih, setidaknya terjadi tiga kali ledakan besar. Salah satunya berasal dari tangki utama yang berkapasitas hingga 50 ton.
"Apinya besar sekali, ada tiga kali ledakan. Tangkinya kan besar-besar, apalagi baru diisi dari Pertamina," tuturnya.
Pada saat kejadian, seluruh karyawan produksi sudah pulang. Di dalam depo hanya tersisa petugas kebersihan dan keamanan. Akibat insiden ini, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami luka-luka, sementara satu petugas keamanan dilarikan ke rumah sakit.
"Rumah saya habis terbakar, surat-surat penting, baju, tidak ada yang tersisa," tutur Ningsih lirih.
(Erha Aprili Ramadhoni)