Karyawan Ungkap Detik-Detik Kebakaran SPBE Cimuning, Diduga Ada Kebocoran sejak Sore

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Kamis 02 April 2026 12:53 WIB
Karyawan Ungkap Detik-Detik Kebakaran SPBE Cimuning, Diduga Ada Kebocoran sejak Sore (Achmad Al Fiqri)
Share :

JAKARTA - Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, disebut telah menunjukkan kebocoran sejak Rabu (1/4/2026) sore. Bahkan, ledakan diduga kuat terjadi akibat percikan api dari sepeda motor yang melintas di depan SPBE.

Hal itu seperti kesaksian Ningsih, seorang karyawan yang juga menjadi korban karena rumahnya turut terbakar. Ia mengaku telah mendapat laporan tanda-tanda bahaya sejak sore hari.

"Aku dengar sih jam 3, jam 4-an (tabung sudah mulai bocor) sama yang ini, yang karyawannya laporan," ungkap Ningsih saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, karyawan telah memperbaiki kebocoran salah satu tabung di kawasan SPBE Cimuning. Namun, Ningsih mengaku tak tahu proses penyelesaian itu rampung pukul berapa.

Ningsih menuturkan, kondisi di sekitar SPBE semakin menyengat gas sekitar pukul 20.30 WIB. Uap gas dalam volume besar mulai menyebar pekat ke lingkungan sekitar hingga membuat warga panik. 

Bahkan, kata Ningsih, warga sempat diberi peringatan dan imbauan untuk segera mengosongkan rumah dan tidak ada kendaraan yang melintas. Imbauan itu disampaikan melalui pengeras suara mushola.

Meski begitu, Ningsih berkata, seorang pengendara motor yang diduga bukan warga sekitar nekat menerobos area yang sudah dipenuhi uap gas.

"Uapnya sudah tinggi, semua orang sudah panik keluar. Percikan apinya itu dari luar, karena ada motor yang melintas kencang. Padahal sudah diperingatkan," tutur Ningsih.

Percikan api tersebut seketika menyulut uap gas dan memicu ledakan pertama yang langsung disusul api besar. Menurut Ningsih, setidaknya terjadi tiga kali ledakan besar. Salah satunya berasal dari tangki utama yang berkapasitas hingga 50 ton.

"Apinya besar sekali, ada tiga kali ledakan. Tangkinya kan besar-besar, apalagi baru diisi dari Pertamina," tuturnya.

Pada saat kejadian, seluruh karyawan produksi sudah pulang. Di dalam depo hanya tersisa petugas kebersihan dan keamanan. Akibat insiden ini, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami luka-luka, sementara satu petugas keamanan dilarikan ke rumah sakit.

"Rumah saya habis terbakar, surat-surat penting, baju, tidak ada yang tersisa," tutur Ningsih lirih.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya