JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth telah meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Laporan ini muncul di tengah perang Washington dengan Iran dan memunculkan dugaan adanya ketidaksepakatan antara Hegseth dengan perwira militer, yang memicu “pelengseran” George.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa George "akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, berlaku segera."
George, seorang jenderal bintang empat, adalah perwira militer karier yang lulus dari akademi militer West Point. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2023 setelah dinominasikan oleh Presiden Joe Biden.
George bertugas sebagai perwira infanteri dalam Perang Teluk pertama serta dalam konflik di Irak dan Afghanistan, menurut laporan BBC.
"Kami berterima kasih atas pengabdiannya, tetapi sudah waktunya untuk perubahan kepemimpinan di Angkatan Darat," kata seorang pejabat senior pertahanan yang tidak disebutkan namanya kepada CBS.
Juru bicara Pentagon, Parnell, menambahkan: "Departemen Pertahanan berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya."
Waktu pengunduran diri, yang terjadi di tengah perang dan isu invasi darat AS ke Iran, memicu spekulasi bahwa George “didepak” oleh Hegseth karena tidak mendukung rencana Departemen Pertahanan AS dan Presiden Donald Trump di Iran.
Jabatan George akan diisi oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Christopher LaNeve, yang akan menjadi penjabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat, menurut media AS.
Selain George, Hegseth juga dilaporkan memecat dua jenderal AS lainnya: David M. Hodne dan William Green Jr.
Jenderal Hodne, yang baru saja dipromosikan pada Oktober, memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat, sebuah peran penting yang berfokus pada modernisasi dan doktrin. Sementara itu, Mayor Jenderal Green menjabat sebagai kepala rohaniwan Angkatan Darat.
Para pejabat senior Angkatan Darat menggambarkan serangkaian pemecatan tersebut sebagai pukulan telak, dan mencatat bahwa beberapa pemimpin berpengalaman dengan latar belakang di Irak dan Afghanistan telah disingkirkan dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak memasuki Pentagon, Hegseth telah memecat lebih dari selusin perwira militer senior, termasuk Kepala Operasi Angkatan Laut dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.
(Rahman Asmardika)