JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan penerapan work from home (WFH) setiap hari Jumat bukanlah tambahan hari libur. Ia mengingatkan, WFH tak boleh mengurangi kualitas dan kecepatan pelayanan publik kepada masyarakat.
“WFH ini bukan hari libur tambahan. Tidak boleh mengurangi efektivitas, tidak boleh mengurangi produktivitas, dan juga tidak boleh mengganggu kecepatan pelayanan dari kementerian,” kata Meutya, dikutip Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, perubahan pola kerja harus dijawab dengan kinerja yang tetap terukur. Menurutnya, kebijakan ini dirancang untuk menekan mobilitas dan meningkatkan efisiensi operasional, termasuk pembatasan perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan operasional, serta pengalihan anggaran ke program prioritas nasional.
Meutya meminta Kementerian Komdigi menjadi contoh dalam menjalankan pola kerja fleksibel berbasis teknologi.
“Kita justru harus menjadi contoh utama bahwa bekerja di luar kantor secara daring tetap dapat memberikan hasil yang maksimal dan juga terukur,” ujarnya.