.Mayoritas pemudik yang memanfaatkan layanan ini merupakan pengguna sepeda motor sebesar 54 persen, disusul mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya sebesar 1 persen.
“Data yang kami himpun ini merupakan hitungan sementara dari masjid yang terdata dalam program Masjid Ramah Pemudik. Secara faktual di lapangan, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ujar Arsad.
Data tersebut belum sepenuhnya mencakup masjid yang berada di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar selama arus mudik dan balik.
Menurut Arsad, tingkat kepuasan pengunjung terhadap layanan masjid ramah pemudik juga cukup tinggi. Oleh karena itu dia berharap, program ini terus dikembangkan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan media dan masyarakat, agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
“Program ini bukan hanya tentang layanan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tandasnya.
(Fahmi Firdaus )