“Pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan yang utuh, proporsional, dan berbasis fakta,” tutupnya.
Sekadar informasi, isu ini mencuat setelah beredarnya dokumen yang disebut berasal dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat terkait rencana strategis untuk memperoleh akses lintasan udara menyeluruh (blanket overflight access) bagi pesawat militer AS di wilayah kedaulatan Indonesia.
Berdasarkan informasi yang ramai diberitakan media internasional, rencana tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington beberapa waktu lalu, yang dinilai menandai adanya pergeseran dalam jangkauan operasional militer AS di kawasan Indo-Pasifik.
(Rahman Asmardika)