JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 waktu setempat atau sekitar lima menit setelah lepas landas.
Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, menjelaskan titik hilang kontak berada di koordinat 0°10'51.91" LS - 110°47'25.49" BT. Sementara itu, sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) terdeteksi di koordinat 0°12'0.00" LS - 110°44'0.00" BT, dengan datum di 0°11'30.39" LS - 110°45'43.72" BT.
“Kondisi medan lokasi jatuhnya atau hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dalam upaya pencarian, Basarnas mengerahkan Helikopter Super Puma milik TNI AU pada pukul 13.10 WIB untuk melakukan penyisiran udara di sekitar lokasi hilang kontak. Dari hasil pemantauan udara, tim menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter tersebut.