Didit menambahkan, di pesisir Jakarta, GSW bakal dibagi menjadi dua bagian utama, yakni tanggul laut raksasa di timur dan barat, dengan jembatan penghubung di antaranya. Di sisi GSW juga akan dibangun waduk retensi yang berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.
BOPPJ, yang disupervisi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, bekerja sama dengan tenaga ahli dari universitas dan lingkungan, serta melibatkan konsultan internasional, untuk merumuskan solusi teknis terkait abrasi dan penurunan permukaan tanah.
“Pelaksanaannya nanti dilakukan bersama ahli dari dalam dan luar negeri, termasuk Belanda, Jepang, Korea, China, dan negara-negara Eropa lainnya, agar teknologi terbaik bisa diterapkan,” ujar Didit.
GSW kawasan Pantura direncanakan membentang 535 kilometer, mencakup lima provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta lima kota dan 25 kabupaten. Nilai investasi proyek diperkirakan USD80 miliar, dengan tahap awal pembangunan di Teluk Jakarta menelan biaya sekitar USD8–10 miliar.
(Arief Setyadi )