Menurut Rismon, video tersebut berasal dari unggahan lamanya pada 11 Maret 2024, yang kemudian dimanipulasi. “Ya itu jelas AI karena video mentahnya adalah berasal dari video saya tanggal 11 Maret 2024, satu malam sebelum saya ke Solo, jumpa Pak Jokowi. Itulah dipakai,” ujarnya.
Terkait dorongan agar dirinya memberikan klarifikasi, Rismon menolak bertanggung jawab atas konten yang bukan dibuatnya. Ia pun meminta aparat penegak hukum mengusut pihak yang pertama kali menyebarkan video tersebut.
“Biarkanlah penyidik di Bareskrim, khususnya Dirtipidsiber, untuk menangkap orang yang membuat itu. Pertama kali meng-upload berarti dia yang buat,” terangnya.
Ia juga menilai tidak masuk akal jika dirinya harus membantah satu per satu video serupa yang beredar. “Banyak, ribuan video AI Mas Roy Suryo juga banyak. Viral atau nggak ya saya tidak tahu, tetapi kan bukan tanggung jawabnya untuk membantah itu,” katanya.
(Arief Setyadi )