"Kami masih melakukan pendalaman untuk menemui unsur ada tidaknya tindak pidana," ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, video tersebut diduga sengaja dibuat pasangan tersebut untuk konsumsi pribadi. Namun, videonya tersebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.
Polisi juga masih mendalami bagaimana rekaman tersebut bisa beredar ke publik. Sementara itu, pasca-viralnya video tersebut, pihak keluarga disebut telah menikahkan kedua pasangan itu. Namun, keduanya dikabarkan dalam kondisi tertekan dan lebih banyak berada di rumah.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan kembali konten tersebut karena dapat melanggar hukum serta berdampak buruk bagi pihak-pihak yang terlibat.
(Arief Setyadi )