Sementara itu, pemeriksaan terhadap pengemudi taksi yang terlibat masih berlangsung. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.
“Belum bisa diputuskan apakah dari kendaraan, pengemudi, atau faktor lain. Karena lokasi kejadian berada di lintasan sebidang, ada ketentuan terkait palang perlintasan dan kondisi jalan yang masih kami kaji. Nanti hasil Traffic Accident Analysis (TAA) yang akan menjelaskan itu semua,” jelasnya.
Sebagai informasi, kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4). Tercatat, 16 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
(Awaludin)