Oleh sebab itu, Dofiri memastikan seluruh rekomendasi setebal sekitar 3.000 halaman tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat demi perbaikan Korps Bhayangkara ke depan.
"Semua kami serap dan jaring. Jika rekan-rekan membaca dokumen ini, isinya bersifat verbatim. Tidak ada yang ditambah atau dikurangi. Seluruh rekomendasi merupakan hasil masukan dari proses penyerapan aspirasi," ucap Dofiri.
"Tidak cukup hanya dengan mengundang dan mendatangi LSM, tokoh, dan lainnya, kami juga membuka kanal pengaduan secara terbuka melalui hotline, baik WhatsApp maupun email," pungkasnya.
(Awaludin)