"Nah, yang kita pahami dari ketiga aspek tadi struktural, instrumental, dan kultural. Itu yang paling disorot adalah terkait masalah kultural. Apa itu? Perilaku atau budaya yang kemudian ditenggarai banyak bermunculan yang kemudian ini menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat pada Polri karena apa? Ulah oknum anggota Polri yang tadi perilakunya kurang bagus," ujar Dofiri.
Kemudian aspek kedua adalah manajerial. Dofiri menjelaskan, hal ini pembahasannya lebih luas lagi yang berkaitan dengan aspek manajemen. Pertama, soal tata kelola, kepemimpinan, dan pengawasan.
"Nah, yang keempat ditambahi lagi era sekarang itu transparansi ditopang dengan digital. Makanya yang keempat ditambahkan yaitu transformasi digital," ucap eks Wakapolri itu.
Menurut Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian itu, yang menjadi titik acuan dalam rekomendasi tersebut adalah kelembagaan dan manajerial internal Polri.
"Kira-kira itu garis besarnya dua ya. Jadi apa itu kelembagaan, apa itu aspek manajerial," tutur Dofiri.
(Erha Aprili Ramadhoni)