"Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi bukan hanya oleh TNI, namun perang badar melawan narkoba harus melibatkan segenap elemen dan eksponen bangsa di Bumi Cendrawasih ini," ujarnya.
Dia menegaskan, Prajurit TNI berdiri bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan perang melawan narkoba yang dapat merenggut hidup dan kehidupan serta masa depan anak-anak di ufuk timur Indonesia.
"Dari pedalaman Papua, pesan dan suara lantang kami dalam perang badar melawan narkoba, bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa TNI bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat," tutup Lucky.
Sekadar diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara.
Dalam poin ke-7 Asta Cita, Presiden menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dapat merusak generasi penerus bangsa.
(Fahmi Firdaus )