“Kami ingin tabarrukan, karena peran dan perjuangan Mbah Dalhar mewarisi para pendahulunya, Laskar Kiai semasa Pangeran Diponegoro, sekaligus menyerap nuansa spiritualitas Islam di kerajaan Mataram saat menghadapi kolonial Belanda,” tambahnya.
Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Gus Salam juga melakukan pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Kedu dan Surakarta.
“PCNU di karesidenan Surakarta, berharap pemimpin NU ke depan adalah sosok yang humanis, mau mendengarkan dan bisa memberi arahan sesuai konteks dan kearifan masing-masing daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )