Ia menambahkan, Indonesia juga akan mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian serta menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional.
“Nanti ada pembahasan terkait isu global dan kawasan, kemudian penguatan resilience dan innovation, lalu tanggal 15 membahas global governance,” ujarnya.
Yvonne mengungkapkan, terdapat sejumlah permintaan pertemuan bilateral dengan Menlu Sugiono dari beberapa negara peserta BRICS. Namun, jadwal pertemuan masih disesuaikan mengingat agenda forum yang cukup padat.
“Bilateral tetap dijadwalkan, tapi masih kami pastikan karena agendanya sangat padat. Ada juga pertemuan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Indonesia memandang BRICS sebagai forum penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.
(Arief Setyadi )