Dia menjelaskan, penyelidikan kasus ini diprioritaskan untuk mengungkap fakta di balik dugaan praktik prostitusi anak tersebut. Polisi juga mendalami berbagai faktor yang membuat anak-anak rentan menjadi korban.
"Ada faktor ekonomi, faktor sosial, hingga pengaruh lingkungan. Tapi yang jelas kasus ini menjadi prioritas karena berkaitan dengan anak, perempuan, dan kaum rentan," pungkasnya.
Sebelumnya, media sosial X dihebohkan dengan unggahan yang menyebut adanya WN Jepang saling berbagi informasi terkait prostitusi anak di Jakarta. Mereka diduga berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang dan membahas pengalaman maupun cara mencari korban anak di bawah umur di Indonesia.
(Awaludin)