Heboh Dugaan Pungli Haji, Kadaker Makkah: Tarif Layanan Harus Transparan!

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 14 Mei 2026 08:01 WIB
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal (Foto: Dok)
Share :

MAKKAH - Polemik terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) kepada jamaah haji langsung direspons otoritas Kementerian Haji (Kemenhaj) di Tanah Suci. Penelusuran dan proses tabayun dilakukan dengan memanggil pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Proses investigasi tersebut disampaikan dalam konsolidasi di Masjid Hotel Durrat Rahaf, Makkah, pada Rabu (13/5/2026). Hasil pemeriksaan memastikan keluhan biaya tambahan yang sempat mencuat ke publik bukan berasal dari praktik pungli.

Nominal yang disetorkan sebagian jamaah diketahui merupakan tarif resmi dari paket layanan tambahan yang bersifat opsional. Dana tersebut digunakan untuk membiayai jasa pendorongan kursi roda bagi jamaah saat menjalani umrah wajib maupun tawaf.

"Setelah kita klarifikasi memang hal tersebut jelas, jadi antara KBIH dengan jamaahnya clear, hal yang lain yang tidak jelas tentu kita akan tindak," tegas Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

Selain membahas isu biaya tambahan, forum tersebut juga menyinggung aturan mengenai city tour atau wisata kota. Edaran Kemenhaj sebelumnya diterbitkan untuk melarang perjalanan antar kota yang dinilai dapat menguras stamina jemaah menjelang puncak ibadah haji.

Meski demikian, kunjungan wisata religi yang lokasinya masih berada di sekitar area hotel di Kota Makkah tidak sepenuhnya dilarang. Penyelenggara city tour hanya diwajibkan melapor kepada petugas sektor agar keberadaan dan keamanan jamaah tetap terpantau.

Ihsan menilai ketertiban di lapangan hanya dapat terwujud melalui komunikasi yang baik antara petugas dan KBIHU. Menurutnya, pengelolaan jemaah dalam jumlah besar membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Sementara itu, jumlah jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi terus bertambah. Tercatat sekitar 300 kloter penerbangan dari Indonesia telah mendarat di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 250 kloter telah berada di Kota Makkah. Pergerakan jamaah diperkirakan terus meningkat menjelang berakhirnya masa ibadah Arbain.

"Dan per tanggal besok ya, itu kloter-kloter akhir gelombang pertama akan didorong dari Madinah, termasuk rekan-rekan petugas pun nanti di tanggal 15 Mei akan datang ke Makkah," papar Ihsan Faisal kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

Kedatangan kloter terakhir dari Madinah akan menandai berakhirnya masa operasional Daerah Kerja Madinah. Selanjutnya, para petugas haji akan dipusatkan di Makkah untuk menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya