Dalam paparannya, Zufar menyebut kondisi rukyat di Arab Saudi bahkan lebih kuat dibanding Indonesia. Berdasarkan perhitungan pihaknya, wilayah Arab Saudi berada di zona hijau atau mudah terlihat dengan mata telanjang.
“Bahwa di Saudi Arabia berada pada zona hijau. Zona hijau ini mudah terlihat dengan mata telanjang,” ujarnya.
Sementara itu, Indonesia berada di zona kuning hingga oranye yang berarti hilal mungkin terlihat oleh para perukyat berpengalaman.
“Sedangkan Indonesia di zona kuning dan oranye, artinya mungkin terlihat. Insya Allah para ahli rukyat di lapangan yang sudah terbiasa, yang ibaratnya memiliki ‘mata elang’, akan mudah melihat hilal karena posisinya sudah tinggi dan besar,” katanya.
Ia memaparkan, tinggi hilal di Jakarta berdasarkan perhitungan pihaknya mencapai 4,4 derajat dengan elongasi 9,5 derajat. Sementara di Riyadh, tinggi hilal mencapai 10,6 derajat dengan elongasi 11,6 derajat.