"Timnya Hercules satu orang masuk itu sebenarnya sudah melanggar istilahnya melanggar aturan sopan santun masuk rumahnya orang," ucapnya.
Dalam momen itu, Ahmad Bahar mengaku memang tidak mengaktifkan ponselnya lantaran sedang ada keperluan wawancara terkait buku yang tengah ia buat. Sehingga, dia tidak bisa dihubungi.
Selanjutnya, kata dia, Satgas GRIB Jaya langsung meminta Ilma untuk ikut ke markas untuk bertemu Hercules.
"Nah kemudian mengajak anak saya dibawa ke GRIB. Itu saya kira juga sesuatu karena itu dipaksa, dan karena itu juga anak saya otomatis jadi ketakutan, trauma," tuturnya.
"Ini yang menjadikan kami agak istilahnya bersedih lah. Apalagi ketika saya tahu bahwa ada cerita bahwa anak saya dibawa, kemudian ketika di tempat Hercules terjadi kekerasan verbal, gitu," sambungnya.
Ahmad Bahar melanjutkan, terkait video AI yang menjadi pokok permasalahan memang sudah disepakati berdamai.
Namun, terkait dugaan kekerasan verbal anaknya ia menegaskan tidak terima. Sebab, ia mengetahui apa yang dialami putrinya setelah membuat kesepakatan berdamai.