JAKARTA - Penulis buku, Ahmad Bahar mengungkapkan awal mula pekaranya dengan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules. Dari perkara ini, kediaman Ahmad Bahar di Depok, Jawa Barat sempat didatangi Satgas dan anaknya dibawa ke markas GRIB Jaya.
Perkara tersebut bermula dari video Hercules yang mengomentari pernyataan Amien Rais terkait Prabowo-Teddy Indra Wijaya. Setelah itu, mencuat video AI yang menggunakan wajahnya yang berisi narasi menyudutkan dan terkirim ke Hercules.
"Sehingga muncul video itu terkirim ke nomornya Bung Hercules, istrinya, dan dua orang pejabat di GRIB Jaya itu. Nah, itu juga yang membuat saya kira Bung Hercules marah besar," kata Ahmad Bahar di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (19/5/2026).
Dia menegaskan, pengirim video tersebut bukan dirinya maupun putrinya, Ilma S. Sebab, di momen itu WhatsApp anaknya diretas.
"Kok tau-taunya kami bisa mengirim video yang video itu kurang lebih isinya memang mencaci-maki. Wajahnya wajah saya, mulutnya mulut saya, tapi itu AI yang memang membuat,”ujarnya.
“Tapi ketika kita jelaskan kepada Bung Hercules, tidak paham dan tetap menganggap itu adalah suara saya, wajah saya. Ya memang wajah saya, tetapi kalau orang ngerti AI itu sangat gampang," lanjutnya.
Singkat cerita, akibat video itu rumah Ahmad Bahar didatangi beberapa Satgas GRIB Jaya untuk mencarinya pada Minggu (17/5/2026). Namun, ia beserta istrinya sedang berada di luar rumah.
"Di rumah hanya ada anak saya Ilma, terus adiknya, terus ibu mertua yang kebetulan lagi sakit," ujar Ahmad Bahar.
Satgas GRIB Jaya yang berada di lokasi bersikeras meminta Ilma menunjukkan keberadaan Ahmad Bahar. Hingga, satu diantaranya masuk ke rumahnya.
"Timnya Hercules satu orang masuk itu sebenarnya sudah melanggar istilahnya melanggar aturan sopan santun masuk rumahnya orang," ucapnya.
Dalam momen itu, Ahmad Bahar mengaku memang tidak mengaktifkan ponselnya lantaran sedang ada keperluan wawancara terkait buku yang tengah ia buat. Sehingga, dia tidak bisa dihubungi.
Selanjutnya, kata dia, Satgas GRIB Jaya langsung meminta Ilma untuk ikut ke markas untuk bertemu Hercules.
"Nah kemudian mengajak anak saya dibawa ke GRIB. Itu saya kira juga sesuatu karena itu dipaksa, dan karena itu juga anak saya otomatis jadi ketakutan, trauma," tuturnya.
"Ini yang menjadikan kami agak istilahnya bersedih lah. Apalagi ketika saya tahu bahwa ada cerita bahwa anak saya dibawa, kemudian ketika di tempat Hercules terjadi kekerasan verbal, gitu," sambungnya.
Ahmad Bahar melanjutkan, terkait video AI yang menjadi pokok permasalahan memang sudah disepakati berdamai.
Namun, terkait dugaan kekerasan verbal anaknya ia menegaskan tidak terima. Sebab, ia mengetahui apa yang dialami putrinya setelah membuat kesepakatan berdamai.
Respons GRIB Jaya
GRIB Jaya membantah adanya pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar. Sebab, lima satgas yanh mendatangi lokasi melakukan pendekatan persuasif untuk meminta klarifikasi terkait narasi ofensif yang merendahkan Hercules.
"Jadi tidak ada pengerahan massa, hanya lima anggota satgas," kata Kepala Bidang Humas dan Publikasi, Marselinus Gual dalam keterangannya.
Marsel pun membantah terkait adanya narasi pihaknya melakukan penyanderaan. Sebab kata dia, kedatangan pihaknya di lokasi didampingi Ketua RW setempat serta disaksikan oleh aparat kepolisian selaku representasi penegak hukum di lingkungan tersebut.
"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, kondusif, dan menghormati norma sosial," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )