JAKARTA – Nama Itamar Ben-Gvir (50) kembali menjadi sorotan internasional setelah gelombang kecaman dunia muncul, terkait perlakuan Israel terhadap para aktivis bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Ben-Gvir disebut memicu kemarahan global usai para aktivis bantuan Gaza dilaporkan mengalami perlakuan tidak manusiawi setelah ditahan otoritas Israel. Sejumlah negara bahkan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Siapa Ben-Gvir?
Dilansir dari Aljazeera, Kamis (24/5/2026). Ben-Gvir saat ini menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel sejak Desember 2022 dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sosoknya dikenal sebagai politikus sayap kanan garis keras. Saat remaja, Ben-Gvir pernah bergabung dengan partai Kach, organisasi ekstremis Yahudi yang kemudian dilarang di Israel, karena dianggap menghasut rasisme terhadap warga Palestina dan mendukung organisasi teror.
Ben-Gvir juga diketahui tinggal di Kiryat Arba, salah satu permukiman Israel paling garis keras di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Kontroversi terhadap Ben-Gvir bukan hal baru. Tahun lalu, Australia, Kanada, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap dirinya bersama Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.