WAMENA – Langkah cepat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk yang turun langsung ke Wamena, Papua Pegunungan, untuk mengawal proses perdamaian konflik antar suku menuai apresiasi. Kehadirannya dianggap tokoh muda Papua Pegunungan, Charles Kossay sebagai bentuk nyata perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.
Upaya yang dilakukan dianggap penting dalam merespons dampak konflik sosial yang sempat mengganggu stabilitas keamanan. Apalagi, kejadian itu menyebabkan sebagian warga mengungsi ke sejumlah daerah lain.
Charles Kossay mengatakan, kehadiran Wamendagri memiliki arti penting karena tidak hanya memperkuat peran pemerintah daerah. Namun, juga menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah pusat dalam mendorong penghentian konflik serta membangun komunikasi damai antar kelompok masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran langsung Ibu Wamendagri di Wamena. Kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi konflik merupakan bentuk kepedulian negara dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan masyarakat Papua Pegunungan,” katanya lewat siaran pers, dikutip Minggu (24/5/2026).
Charles juga mengajak masyarakat Papua Pegunungan untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi antar kelompok, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Diketahui, Wamendagri Ribka Haluk turun langsung ke Wamena untuk mengawal proses perdamaian konflik suku sekaligus memastikan penanganan pengungsi serta stabilitas daerah berjalan dengan baik.
(Arief Setyadi )