Polisi Ungkap Kronologi Ledakan Pabrik Kimia di Banten

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 26 Mei 2026 21:45 WIB
Ilustrasi ledakan pabrik kimia di Banten (Foto: Ist/Okezone)
Share :

JAKARTA - Polda Banten mengungkap kronologi ledakan yang mengguncang area pabrik kimia di Kota Cilegon, Banten, hingga memunculkan kepulan asap putih tebal dan membuat warga panik. Sumber ledakan diduga berasal dari kebocoran pipa di area produksi yang mengalami tekanan suhu sangat tinggi saat pabrik sedang beroperasi normal.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Senin sore, 25 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB di area PTA-1 PT MCCI.

"Peristiwa tersebut terjadi pada Senin tanggal 25 Mei 2026 sekira jam 16.00 WIB di PTA-1 PT Merak Chemical Indonesia Kota Cilegon. Berdasarkan keterangan PT MCCI, Sdr. Arif Budiawan, pada saat perusahaan sedang beroperasi normal, tiba-tiba terdengar suara cukup keras yang berasal dari area produksi, kemudian sistem Early Warning System menyala secara otomatis sehingga perusahaan segera memerintahkan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi keselamatan kerja," kata Maruli, Selasa (26/5/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan dipicu kebocoran pada instalasi pipa yang tak mampu menahan tekanan suhu tinggi di dalam sistem produksi.

"Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan. Selanjutnya pihak perusahaan segera melakukan langkah-langkah penanganan awal dengan menghentikan sementara aktivitas pada area terkait, melakukan pengecekan teknis terhadap instalasi pipa dan reaktor," ujar dia.

Akibat insiden tersebut, dua orang karyawan dilaporkan menjadi korban dan kini masih menjalani perawatan medis. "Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya