Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 11:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Bernjamin Netanyahu.
Share :

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah besar terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Zionis di Lebanon, demikian dilaporkan Axios pada Senin (1/6/2026). Mengutip dua pejabat AS dan sumber ketiga yang mengetahui informasi ini, Trump dilaporkan menyebut Netanyahu sebagai “orang gila”.

Kemarahan Trump diduga karena Netanyahu dianggap membahayakan negosiasi AS dengan Iran akibat aksi Israel di Lebanon. Trump menuntut agar Israel menghentikan serangan yang direncanakan terhadap Beirut, dalam apa yang digambarkan Axios sebagai salah satu percakapan telepon terburuk antara kedua pemimpin tersebut sejak Trump kembali menjabat.

“Kamu benar-benar gila. Kamu akan dipenjara jika bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini,” seorang pejabat meringkas pernyataan Trump kepada Netanyahu. Sumber kedua yang diberi tahu tentang percakapan telepon tersebut mengatakan Trump “marah” dan berteriak kepada Netanyahu: “Apa yang kamu lakukan?”

Presiden AS dilaporkan menekankan hak Israel untuk membela diri, tetapi menyampaikan kekhawatiran bahwa Netanyahu telah meningkatkan eskalasi secara tidak proporsional dalam beberapa hari terakhir, dengan meningkatnya korban sipil dan seluruh bangunan dihancurkan untuk menargetkan komandan Hizbullah tertentu.

Israel telah mengintensifkan kampanye pengebomannya di Lebanon dalam beberapa hari terakhir, terhadap apa yang mereka sebut sebagai target Hizbullah. Militer Israel telah bergerak lebih dalam ke selatan negara itu, merebut Kastil Beaufort, benteng Tentara Salib berusia 900 tahun dan titik strategis utama di wilayah tersebut.

Teheran telah mengancam akan menghentikan pembicaraan dengan AS, karena memorandum yang sedang dinegosiasikan dengan Washington secara eksplisit menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dan memperingatkan bahwa respons Teheran dapat melampaui penghentian negosiasi.

 

“Jika agresi Israel terhadap Lebanon berlanjut, kami tidak hanya akan menghentikan jalur negosiasi, tetapi kami akan berkonfrontasi langsung dengan musuh,” tulis Ghalibaf di X.

Trump menulis di Truth Social bahwa ia “telah berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon,” menambahkan bahwa pemimpin Israel itu “menarik pasukannya kembali.” Trump juga mengklaim bahwa perwakilan dari kepemimpinan Hizbullah telah setuju untuk berhenti menembaki Israel.

Netanyahu mengatakan ia memberi tahu Trump bahwa Israel akan menyerang Beirut jika Hizbullah tidak berhenti menyerang Israel.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya