Di sisi lain, Islah mengungkapkan pembuntutan juga dirasakan oleh anaknya yang bekerja di Jakarta. Berdasarkan pengakuan sang anak, dia dibuntuti oleh mobil Honda Brio.
Kemudian, pada 22-24 Mei, Islah mulai melibatkan warga, RT, dan RW untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan yang dilakukan OTK.
Dari hasil pengawasan itu, Islah bersama warga berhasil mendokumentasikan sejumlah orang yang terlihat memantau di lingkungannya. Lagi-lagi, Islah kembali menunjukkan hasil dokumentasinya.
"Ini saya pastikan, saya A1-kan bahwa mereka adalah bagian dari komplotan itu. Dari kurang lebih 7 sampai 9 orang yang berbeda, dengan empat motor yang berbeda, dan dua mobil yang berbeda," tuturnya.
Tidak selesai sampai akhir Mei lalu, kata Islah, penguntitan itu juga masih terjadi hingga Kamis 4 Juni 2026 malam. "Tadi malam saya pulang dari tempatnya Pak Mahfud, karena memang sering hari-hari saya di sana, di MMD Initiative, saya dikuntit juga pakai motor bergantian," pungkasnya.
(Arief Setyadi )