JAKARTA - Keberhasilan sebuah negara bukan ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan oleh keberaniannya menghadapi dan menyelesaikan setiap tantangan.
Demikian disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang diikuti 2.600 peserta, terdiri atas para rektor dan akademisi, di Jakarta Convention Center, dikutip Senin (29/6/2026).
Prabowo menekankan pentingnya budaya terbuka terhadap kritik, masukan, serta upaya mencari solusi secara bersama-sama. Menurutnya, setiap kesulitan harus dihadapi dengan keberanian, bukan dihindari atau ditutupi. Karena itu, pemerintah harus berani mengakui kekurangan dan bekerja keras mencari jalan keluar.
"Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan kepada para rektor dan akademisi setiap usulan yang diterima pemerintah akan dipelajari dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan," lanjutnya.
Prabowo mengatakan pandangan tersebut diperolehnya dari berbagai masukan yang diterima selama ini. Dia juga meyakini bahwa organisasi maupun negara yang berhasil adalah yang mampu mengenali persoalan secara jujur dan mengambil langkah untuk mengatasinya.
"Ini saya dapat dari banyak masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )