Kedua negara juga membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan di bidang politik, ekonomi, perdagangan, industri, ketahanan pangan, serta pembangunan sumber daya manusia.
Prabowo mengungkapkan, komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, hingga pertahanan.
"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," kata Prabowo.
Sementara Lukashenko mengatakan Belarus akan mendukung implementasi peta jalan tersebut mengingat Indonesia merupakan mitra ekonomi penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang ketahanan pangan yang akan dikembangkan kedua negara karena sejalan dengan agenda Indonesia dan Belarus untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Menurutnya, kedua negara memiliki potensi yang saling melengkapi di sektor tersebut.
"Belarus siap memberikan sumbangannya kepada Indonesia dalam persoalan ini (pangan), terlebih lagi untuk memberikan kebutuhan pangan. Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknik-teknik pertanian, dan sebagainya," tuturnya.
(Arief Setyadi )