JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku memiliki pengalaman menarik usai menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Kisah tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Pramono mengatakan, masyarakat menyambut positif gerakan pilah sampah tersebut. Bahkan, antusiasme terhadap aturan baru itu juga ia rasakan di rumahnya sendiri.
"Ketika saya mengeluarkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, jujur pada waktu itu saya tidak membayangkan bahwa sambutan publiknya luar biasa. Bahkan, bukan hanya di luar, di rumah pun sambutannya lebih luar biasa dari istri saya," kata Pramono.
"Saya yang membuat Ingub, yang mengatur sampah dibagi empat, dan ternyata istri saya lebih teliti dari yang saya perkirakan," tuturnya.
Pramono kemudian menceritakan kebiasaannya saat membeli makanan. Menurutnya, sebagai laki-laki ia biasanya langsung membuang kemasan yang sudah tidak digunakan.
"Contohnya, kalau kita beli makanan kan selalu ada plastik, kemudian ada saus atau sambalnya. Mau bakso atau makanan apa pun, kalau saus atau sambalnya tidak dimakan, biasanya dipotong lalu dibuang," ujarnya.
Namun, setelah menerbitkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, sisa sambal harus diperlakukan sebagai sampah organik, sedangkan wadah plastiknya masuk kategori sampah anorganik. Sang istri pun mengingatkannya agar membersihkan wadah plastik bekas sambal terlebih dahulu sebelum dibuang sesuai aturan yang ia buat sendiri.
"Kalau ibu-ibu, begitu saya melakukan itu, istri saya bilang, 'Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya.' Itulah sumber permasalahan di rumah," ucap Pramono.
"Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya, ya? Dan ini benar-benar true story, Bapak-Ibu," sambungnya.
(Awaludin)