Musim Kemarau Mulai Berdampak, BNPB Catat Kekeringan Meluas di Jabar dan Jateng

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 04 Juli 2026 22:10 WIB
Warga kekeringan (Foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana kekeringan mulai meluas di sejumlah daerah seiring memasuki musim kemarau. Dalam laporan terbaru periode Kamis (3/7/2026) hingga Jumat (4/7/2026), wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi daerah yang terdampak paling signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Sebanyak 123 kepala keluarga (KK) atau 310 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

"Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 1 Juli hingga 30 September 2026. Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Ciamis mendistribusikan satu tangki air bersih atau sekitar 5.000 liter kepada warga," kata Muhari, Sabtu (4/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menetapkan status darurat bencana sejak 1 Mei hingga 30 November 2026. Hingga kini, BPBD setempat telah menyalurkan sembilan tangki air bersih atau sekitar 45.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Selain dua wilayah tersebut, BNPB juga terus memantau perkembangan kekeringan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah," bebernya.

 

Lalu, di Kabupaten Grobogan, sedikitnya 457 KK terdampak kekeringan yang tersebar di Kecamatan Wirosari, Toroh, Kedungjati, Purwodadi, dan Geyer. BPBD setempat masih menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Sementara di Kabupaten Pemalang, kekeringan telah berdampak pada 714 KK di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Hingga 3 Juli 2026, BPBD Kabupaten Pemalang telah mendistribusikan sekitar 47.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.

Adapun di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 114 KK atau 439 jiwa mengalami dampak kekeringan. Bantuan air bersih masing-masing sebanyak 10.000 liter telah disalurkan ke Desa Kutabawa dan Desa Serang untuk memenuhi kebutuhan warga.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi meluasnya kekeringan selama musim kemarau, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak," pungkasnya.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya