Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 09 Juli 2026 08:24 WIB
Asap membubung di Pelabuhan Iran usai dibombardir AS (Foto: Reuters)
Share :

IRAN - Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, Sirik, kota pesisir selatan lainnya, dan provinsi Bushehr di barat daya, tempat kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Bersamaan dengan gambar yang diklaim sebagai ledakan di Chabahar, Trump menulis di Truth Social, “ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!,” dikutip the guardian, Kamis (9/7/2026).

“Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi tak beralasan baru-baru ini terhadap kapal komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur perairan internasional yang vital,”

Serangan pada Rabu malam diperkirakan lebih besar daripada serangan yang dilakukan pada Selasa, kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan lebih lanjut terdengar di Pulau Abu Musa. Pulau tersebut adalah salah satu dari tiga pulau kecil yang diklaim oleh Uni Emirat Arab yang menjadi tulang punggung kendali Iran atas Selat Hormuz.

Sementara Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan serangan di provinsi Bushehr di Iran selatan tidak menyebabkan kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Serangan itu pun menuai respons Senator AS Bernie Sanders yang mengatakan tentang tindakan Trump, “memulai kembali perang gegabah dengan Iran tidak akan membuat Amerika lebih kuat. Itu akan menelan lebih banyak nyawa dan membuang lebih banyak uang pembayar pajak.” 

Dalam sebuah unggahan di X, Sanders menambahkan bahwa “setelah menyeret AS ke dalam perang yang didasarkan pada kebohongan, Trump kini telah menyatakan gencatan senjata dengan Iran 'berakhir' setelah kurang dari sebulan”.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya