IRAN - Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, Sirik, kota pesisir selatan lainnya, dan provinsi Bushehr di barat daya, tempat kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
Bersamaan dengan gambar yang diklaim sebagai ledakan di Chabahar, Trump menulis di Truth Social, “ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!,” dikutip the guardian, Kamis (9/7/2026).
“Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi tak beralasan baru-baru ini terhadap kapal komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur perairan internasional yang vital,”