JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
“Dampak musim kemarau masih menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Klaten. Sedikitnya 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa terdampak di empat desa yang berada di Kecamatan Kemalang, antara lain Desa Kendalsari, Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, dan Desa Sidorejo,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa.
Aam mengatakan, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas. Kekeringan yang dipicu musim kemarau berdampak pada sedikitnya 1.820 kepala keluarga atau 5.648 jiwa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Purwokerto Timur, Karanglewas, Sumpiuh, Jatilawang, Cilongok, dan Kemranjen.
BPBD Kabupaten Banyumas, kata Aam, bersama otoritas daerah setempat menyiapkan sarana penampungan air. Pada Senin 13 Juli, BPBD mendistribusikan masing-masing 5.000 liter air bersih ke dua titik di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, menggunakan truk tangki air.
“Selain itu, air bersih juga telah disalurkan langsung kepada warga melalui toren berkapasitas 2.000 liter serta penampungan air yang tersedia,” ujarnya.
Di Kabupaten Pemalang, kata Aam, kekeringan juga masih berlangsung dan berdampak pada sedikitnya 2.923 kepala keluarga di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan hingga 30 November 2026.