Keterangan Suhardiman itu berbeda dengan pengakuan Raja Juli Antoni pada Jumat (3/7/2026). Saat itu, Raja Juli mengaku menerima sebuah amplop dari Suhardiman ketika keduanya bertemu dalam sebuah audiensi.
Raja Juli menyebut Suhardiman meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Meski demikian, Raja Juli langsung meminta ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut tanpa pernah mengetahui isinya.
"Ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar, dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa, tapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop tersebut, dan saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut," ucap Raja Juli beberapa waktu lalu.
(Awaludin)