TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pesawat-pesawat Amerika Serikat (AS) di Bandara Aqaba, Yordania, selama serangkaian serangan rudal balistik berat. IRGC mengatakan mereka meluncurkan rudal balistik ke pesawat angkut C-17 dan pesawat P-8 AS di Bandara Aqaba, Yordania, dan mengklaim beberapa di antaranya mengalami kerusakan parah.
Sebuah drone MQ-9 dilaporkan telah dicegat dan ditembak jatuh di atas Eslamabad-e Gharb di Provinsi Kermanshah, Iran barat, menurut Kantor Berita Mehr.
Menurut laporan tersebut, drone itu menjadi sasaran sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan oleh Angkatan Udara IRGC dan terhubung ke jaringan pertahanan udara terpadu Iran.
Korban jiwa di pihak AS juga dilaporkan bertambah setelah seorang lagi tentara tewas dalam operasi penjinakan bahan peledak dari drone Iran di Irak. Ini menambah jumlah korban tewas tentara AS menjadi 17 orang sejak perang dimulai pada Februari.
Pada Jumat (17/7/2026), dua tentara AS tewas akibat serangan Iran di Yordania, dengan beberapa masih belum ditemukan.
Sementara itu, IRGC mengatakan dua kapal tanker minyak meledak dan dihentikan di Selat Hormuz selatan tadi malam, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.