JAKARTA- Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto bertajuk Meretas Jalan Demokrasi di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Pameran ini dibuka untuk memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1997 alias Kudatuli.
Ketua Umum DPP PDIP ini menceritakan pengalamannya saat memergoki seorang anggota intel yang sedang mengawasinya di sebuah acara.
"Saya tahu itu ada intel, terus dia bawa koran. Kok benar menurut saya. Dia itu pura-pura baca, tapi terbalik coba," ujar Megawati di lokasi.
Pantauan Okezone di lokasi, Megawati terlihat hadir bersama anaknya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo dan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Dengan pakaian bernuansa merah, mereka kemudian memulai rangkaian tur pameran itu didampingi Kepala Badan Sejarah PDIP Bonnie Triyana.
Rangkaian tur dimulai dengan menampilkan tahun 1965-1999 dalam kepemimpinan Presiden pertama Soekarno hingga mulai Megawati masuk ke dalam politik nasional. Di sana juga terdapat arsip sejarah dan cerita mengenai peristiwa Kudatuli hingga Reformasi.
Salah satu foto bersejarah yang dilihat Megawati yakni saat melihat Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro nomor 58 itu hancur pada peristiwa Kudatuli. Bahkan, Megawati juga menyempatkan diri untuk menonton tampilan video penyerangan tersebut.
Foto lainnya ialah saat Megawati pertama kali didapuk menjadi Ketua Umum PDI pada tahun 1993 silam. Dalam foto yang diperlihatkan, Megawati tampak diserbu oleh wartawan, menjadikannya foto itu ikonik.
Putri Bung Karno itu juga menyempatkan diri menuliskan pesan mendalam di salah satu akrilik di dekat pintu keluar. Acara pun dilanjutkan dengan mendengar testimoni dari 3 tokoh pelaku sejarah peristiwa Kudatuli.
(Fahmi Firdaus )