Sejumlah media di AS melaporkan, kesepakatan itu berpotensi memberi izin kepada Arab Saudi untuk memperkaya uranium di dalam negeri, alih-alih mengimpor bahan bakar nuklir dari Amerika Serikat.
Namun, Departemen Energi AS belum memberikan penjelasan rinci mengenai isu pengayaan uranium tersebut. Jika informasi itu terbukti benar, kesepakatan diperkirakan akan memicu penolakan dari sejumlah pihak di Kongres AS.
Pemerintahan Trump menyebut kerja sama ini sebagai kemitraan bernilai miliaran dolar yang akan berlangsung selama beberapa dekade. Dokumen perjanjian selanjutnya akan diserahkan kepada Kongres untuk ditinjau.
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Presiden Donald Trump bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari dengan alasan mencegah Teheran memperkaya uranium dan mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan tersebut dibantah oleh Iran.
AS dan Israel juga diketahui pernah membombardir sejumlah fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu.