JAKARTA - Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi mencapai kesepakatan kerja sama nuklir sipil. Pengumuman tersebut disampaikan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan strategis antara Washington dan Riyadh.
Departemen Energi AS menyebut perjanjian itu sebagai kesepakatan "bersejarah". Melalui kerja sama tersebut, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat akan memasok teknologi nuklir kepada Arab Saudi.
Kesepakatan ini mencakup perjanjian berdasarkan Pasal 123 Undang-Undang Energi Atom AS Tahun 1954, atau yang dikenal sebagai 123 Agreement, beserta perjanjian pengamanan bilateral yang menyertainya.
"Perjanjian-perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara kita untuk memperkuat hubungan perdagangan AS-Arab Saudi, mewujudkan kemakmuran di dalam negeri dan keamanan bagi sekutu kita di luar negeri," ujar Wright dilansir dari Aljazeera, Kamis (23/7/2026).
Ia juga menegaskan, bahwa kerja sama tersebut tetap mengedepankan standar keselamatan nuklir dan prinsip nonproliferasi yang tinggi, dengan memanfaatkan teknologi serta ilmuwan nuklir terbaik yang dikembangkan di Amerika Serikat.