Panglima Kogabwilhan III Beberkan Kronologi Kontak Senjata dengan OPM, Satu Orang Tewas

Awaludin, Jurnalis
Jum'at 24 Juli 2026 18:55 WIB
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa tindakan tegas yang dilakukan prajurit TNI terhadap anggota kelompok bersenjata OPM di Papua, merupakan respons atas serangan yang mengancam keselamatan personel saat menjalankan misi kemanusiaan mengevakuasi korban pembunuhan.

Menurut Lucky, insiden tersebut terjadi ketika Satgas TNI tengah mengevakuasi jenazah pasangan suami istri, Yantinus Kogoya yang dikenal dengan panggilan Kumis Tua, beserta istrinya, yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh kelompok OPM.

"Syukur Alhamdulillah, proses evakuasi jenazah pasangan suami istri, Bapak Kumis Tua Kogoya beserta istrinya yang tewas dengan kondisi mengenaskan dapat dilaksanakan. Dalam rapat evaluasi operasi Kogabwilhan III yang dihadiri Satgas Operasi Damai Cartenz Polri, kami mengapresiasi keberhasilan Satgas TNI mengevakuasi kedua jenazah tersebut," ujar Lucky dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, selama proses evakuasi berlangsung, personel Satgas TNI mendapat serangan bersenjata dari kelompok OPM. Pasukan kemudian melakukan tindakan balasan dan pengejaran terhadap kelompok tersebut hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Boven Digoel.

"Saat hendak ditangkap di sekitar Kampung Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, kelompok OPM tiba-tiba menembak personel TNI dengan membabi-buta, sehingga Satgas TNI mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang serta peraturan yang berlaku, serta Rules of Engagement (ROE), untuk memastikan tindakan yang kami lakukan tepat dan menjunjung tinggi hukum dan HAM," kata Lucky.

 

Dalam operasi tersebut, satu anggota OPM dilaporkan tewas. Dari noken yang dibawanya, aparat menemukan sekitar 11 butir peluru tajam, sebuah telepon seluler, serta sejumlah barang lainnya.

Sementara itu, senjata api yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan terhadap tiga warga Yahukimo dan penyerangan terhadap personel TNI saat proses evakuasi disebut dibawa kabur oleh anggota kelompok OPM lainnya.

Lucky menegaskan, bahwa TNI akan terus bertindak profesional dan sesuai ketentuan hukum dalam setiap operasi di lapangan.

"TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam keselamatan prajurit maupun masyarakat. Prinsip salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi selalu menjadi pedoman kami dalam menghadapi situasi genting," tegasnya.

Ia pun mengultimatum seluruh anggota TPNPB-OPM agar menghentikan aksi kekerasan, menyerahkan senjata, dan kembali bergabung ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"TNI mengajak seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kejahatan kemanusiaan, menyerahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebelum aparat mengambil tindakan tegas terhadap kelompok separatis bersenjata tersebut," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya