Sementara itu, banjir di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, merendam 168 rumah dan berdampak kepada 203 KK atau 504 jiwa di Desa Kalombang, Kecamatan Bungku Utara. Meski banjir telah surut, tanah longsor di wilayah yang sama menyebabkan akses jalan penghubung Desa Lemowalia dan Desa Salubiro terputus.
Akibat longsor tersebut, sekitar 627 KK atau 2.104 jiwa masih terisolasi. Hingga Minggu (26/7), kendaraan roda dua belum dapat melintasi lokasi, sementara kebutuhan mendesak di lapangan adalah pembangunan jembatan darurat.
Bencana banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Agam serta Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Di Agam, bencana merusak satu rumah, tiga ruas jalan, satu jembatan, satu tanggul, serta memutus satu akses jalan. Kondisi banjir telah surut dan warga bersama pemerintah melakukan pembersihan material.
Sementara di Pasaman Barat, banjir dan longsor berdampak pada empat rumah serta mengganggu akses jalan utama Simpang Empat–Talu. Hingga Minggu (26/7), hujan masih mengguyur wilayah tersebut sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut masih mengalami gangguan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan pada wilayah kering serta banjir dan longsor di daerah yang masih berpotensi diguyur hujan.
(Awaludin)