YAHUKIMO - TNI mengevakuasi jenazah seorang wanita bernama Teina Alya, korban penembakan yang diduga dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Jenazah korban dievakuasi dari dasar longsor di wilayah Kali Kolof.
"Korban atas nama Teina Alya, asal Unaukam merupakan warga sipil yang menjadi salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Wirya mengatakan, jenazah korban ditemukan dan dievakuasi di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Yahukimo, pada Jumat (31/7). Proses evakuasi berlangsung dramatis karena personel harus mempertimbangkan aspek keamanan di tengah kondisi medan yang terjal.
"Berdasarkan pengamatan dari drone, ditemukan lokasi keberadaan jenazah berada di longsoran Kali Kolof dengan kedalaman 50 meter, yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan," ujarnya.
"Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling," ungkapnya.
"Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan," tambah Wirya.
Setelah kondisi dinyatakan aman, tiga personel diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing.
"Jenazah dibawa menuju RSUD Dekai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga," jelasnya.
Wirya menegaskan, keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat keamanan.
"Kami menegaskan bahwa tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat," katanya.
Diketahui, kelompok OPM mengeksekusi tiga warga sipil di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, pada Senin (20/7). Ketiga korban tewas ditembak oleh kelompok OPM yang dipimpin Kopitua Heluka.
(Awaludin)