JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengukuhkan jajaran anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) periode 2026–2030. Meutya mendorong KIP agar memperkuat penanganan sengketa informasi demi menjamin asas demokrasi maupun pemenuhan hak masyarakat atas informasi yang benar, tanpa adanya hal yang ditutup-tutupi selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Adapun tujuh anggota KIP periode 2026–2030 yang dikukuhkan adalah Handoko Agung Saputro sebagai Ketua; Hafidhah sebagai Wakil Ketua; serta Arman Fauzi, Dery Hendryan, Edi Purwanto, Joemarthine Chandra, dan Rini Purwandari sebagai anggota.
"Kami menitipkan penguatan penyelesaian sengketa informasi agar berbagai sengketa diselesaikan dengan tata kelola yang baik dan prinsip keadilan demi memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Pasal 28F UUD 1945 mengamanahkan informasi sebagai hak dasar manusia, sehingga dalam era digital ini KIP harus membendung deepfake dan berita bohong dengan menghadirkan informasi yang betul," ujar Meutya dalam acara pengukuhan anggota KIP periode 2026–2030 yang berlangsung di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain menekankan penanganan sengketa, Meutya mematok target kinerja terukur bagi komisioner baru melalui capaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik. Peningkatan skor indeks tersebut ditargetkan berjalan seiring pembenahan standar layanan di seluruh badan publik secara menyeluruh.