AS Berencana Tutup Misi Diplomatiknya di 5 Negara, Termasuk Jepang dan Indonesia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 12:47 WIB
Ilustrasi.
Share :

Meskipun Departemen Luar Negeri memang menjalani perombakan birokrasi besar-besaran tahun lalu – memangkas puluhan biro dan ratusan staf – tidak ada misi diplomatik asing yang ditutup.

Dimintai komentar pada Minggu (2/6/2026), Departemen Luar Negeri mengeluarkan pernyataan yang tidak mengonfirmasi penutupan tersebut tetapi mengatakan bahwa mereka fokus untuk memastikan jejak diplomatik negara itu efisien dan efektif. Departemen tersebut menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengikuti prosedur pemberitahuan kongres.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggambarkan langkah-langkah pengurangan biaya sebagai hal yang diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi yang oleh banyak konservatif dianggap terlalu besar dan terlalu birokratis.

Misi AS di St. George's, Grenada, adalah kedutaan besar. Pos di Medan, Winnipeg, dan Nagoya adalah konsulat, sedangkan pos di Douala adalah "kantor cabang kedutaan". Konsulat dan kantor cabang biasanya mewakili kepentingan AS di wilayah di luar ibu kota negara asing, tempat kedutaan besar AS biasanya berada.

Selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, pemerintah AS membuka beberapa misi diplomatik asing, semuanya di kawasan Pasifik, di mana AS bersaing memperebutkan pengaruh dengan China.

Meskipun China tidak memiliki misi diplomatik asing yang berfungsi di Douala atau Winnipeg, tetapi Beijing memiliki kehadiran diplomatik di St. George's, Nagoya, dan Medan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya