JAKARTA - Gempa M6,0 mengguncang Kepulauan Kermadec, Selandia Baru, pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 14.43.31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulisnya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0 pada kedalaman 264 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 33,79° LS; 179,43° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 620 km timur laut Auckland, Selandia Baru.
Wijayanto menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik ke bawah Lempeng Australia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya.
Wijayanto memastikan hingga pukul 15.20 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). “Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”
(Rahman Asmardika)