Selain menjaga roda perekonomian, Sengkon menilai penanganan karhutla juga perlu lebih berorientasi pada mitigasi dampak kesehatan masyarakat agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun.
"Dalam reses, warga berharap karhutla tidak lagi menjadi bencana tahunan. Kami mendorong pengadaan Ruang Oksigen Aman di puskesmas dan fasilitas publik, khususnya bagi balita dan lansia," tuturnya.
Sengkon menambahkan DPRD siap mengawal peningkatan anggaran program Desa Tangguh Api agar upaya mitigasi dilakukan sejak tingkat desa.
“Pendekatan yang lebih preventif menjadi kunci untuk mengurangi dampak kesehatan maupun ekonomi akibat karhutla di masa mendatang,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )