Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga mengarahkan agar Operasi Modifikasi Cuaca tetap dilaksanakan di enam provinsi prioritas.
"Arahan Presiden salah satunya untuk tetap melaksanakan OMC di enam provinsi prioritas tersebut. Menindaklanjuti arahan Presiden, BNPB kembali menggelar OMC di Sumatera Selatan, tentunya dengan pertimbangan masih ada cukup awan yang dapat disemai sesuai dengan rekomendasi BMKG," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla yang berlaku sejak 22 April hingga 30 November 2026. Gubernur Sumsel juga telah mengajukan permohonan dukungan pelaksanaan OMC kepada Kepala BNPB.
Pelaksanaan OMC dilakukan menggunakan pesawat fixed-wing yang beroperasi dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan dukungan TNI AU, BMKG, dan BPBD Sumsel. Pada Selasa 4 Agustus 2026, BNPB melaksanakan satu sorti penerbangan dengan menyemai 1.000 kilogram bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Penyemaian tersebut berhasil memicu hujan berintensitas ringan di kedua wilayah tersebut.
BNPB juga kembali mengingatkan pentingnya pencegahan dini dalam menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino yang dapat memperburuk risiko karhutla. Lembaga tersebut menekankan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha kehutanan maupun pertanian untuk memperkuat kolaborasi dalam mencegah terjadinya kebakaran.
(Arief Setyadi )