Pertengkaran kemudian terjadi hingga korban disebut menampar Saepul. Pelaku mengaku membalas dengan mendorong korban sebelum mengambil pisau dan menusuk bagian pinggang korban.
"Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, Bang. Terus saya pegang aja kepalanya, tangan dia kan udah nggak bisa (melawan) karena megang perut, terus saya pegang aja kepalanya, terus saya gorok," kata Saepul.
Setelah korban meninggal, Saepul memutilasi bagian kaki korban menggunakan pisau yang sama. Ia berdalih mutilasi dilakukan karena kesulitan membawa jasad korban secara utuh.
"Karena susah bawanya juga, Bang, di situ kan ramai orang dan perumahan juga," ujarnya.
Polisi sebelumnya menangkap Saepul di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026). Saat ini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk proses pembuangan barang bukti dan motif pembunuhan tersebut.
(Awaludin)